MANOKWARI – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Manokwari, Udin Rumakat, menegaskan komitmen PKB untuk terus mengoptimalkan peran politik kerakyatan melalui penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan masyarakat, serta perluasan ruang partisipasi bagi santri dan generasi muda dalam pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Udin Rumakat menyikapi pernyataan Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam kegiatan Wisuda ke-35 Universitas Ibrahimy di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Selasa (22/9/2026).
Dalam pemberitaan Jawa Pos, Muhaimin menekankan bahwa lulusan yang tumbuh dalam ekosistem pesantren memiliki keunggulan karena mendapatkan perpaduan pendidikan umum dan keagamaan. Ia mendorong potensi tersebut terus dikembangkan secara kreatif dan inovatif untuk menghadapi perubahan zaman.
Bagi PKB Manokwari, pesan tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan pembangunan di daerah.
Udin Rumakat mengatakan, gagasan besar tersebut perlu diterjemahkan menjadi kerja nyata di tingkat daerah. Menurutnya, PKB tidak ingin peran politik berhenti pada aktivitas elektoral, tetapi harus diwujudkan melalui kerja-kerja pelayanan, penyerapan aspirasi, pemberdayaan masyarakat dan pengawalan program pembangunan yang menyentuh kebutuhan rakyat.
“Apa yang disampaikan Gus Muhaimin menjadi pengingat bagi kita di daerah bahwa pembangunan sumber daya manusia harus menjadi perhatian bersama. PKB Manokwari ingin memastikan bahwa santri, generasi muda, masyarakat pesantren dan seluruh kelompok masyarakat memiliki ruang untuk berkembang dan memberikan kontribusi bagi daerah,” ujar Udin Rumakat.
PKB Manokwari Dorong Politik yang Hadir di Tengah Masyarakat
Udin menjelaskan, optimalisasi peran PKB Manokwari akan diarahkan pada penguatan komunikasi antara struktur partai, anggota DPRK dari PKB, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok perempuan, pelaku usaha, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Menurutnya, keberadaan kader PKB di lembaga legislatif harus menjadi bagian dari mata rantai perjuangan politik yang menghubungkan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah.
Hal tersebut juga sejalan dengan dinamika pembahasan pembangunan di DPRK Manokwari. Dalam pembahasan pertanggungjawaban APBD 2025, Gabungan Fraksi PDI-Perjuangan, Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Kelompok Khusus DPRK Manokwari menekankan agar APBD tidak hanya dilihat dari sisi administrasi dan angka-angka, tetapi juga dari manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini yang ingin terus kita kuatkan. Kader PKB yang berada di DPRK harus mampu menyerap aspirasi, memperjuangkannya dalam pembahasan kebijakan dan memastikan program pemerintah memiliki manfaat yang nyata bagi masyarakat,” kata Udin.
Program Kerja PKB Didorong Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Udin mengatakan, DPC PKB Manokwari akan terus mendorong program kerja yang berorientasi pada beberapa sektor penting, terutama pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kapasitas generasi muda, penguatan UMKM, pengembangan kewirausahaan, serta perhatian terhadap masyarakat pesantren dan kelompok rentan.
Ia menilai, penguatan pendidikan dan keterampilan menjadi penting karena pembangunan daerah membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan ekonomi.
Dalam platform perjuangan PKB periode 2024–2029, partai tersebut menempatkan pemberdayaan generasi muda dan santri sebagai salah satu perhatian, antara lain melalui pendidikan, kewirausahaan, pelatihan keterampilan, penguatan pesantren dan akses terhadap pembiayaan usaha.
“Program kerja PKB harus kita turunkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Manokwari. Tidak semua persoalan bisa diselesaikan hanya dengan kebijakan politik. Karena itu harus ada pemberdayaan, pendampingan, peningkatan kapasitas dan kolaborasi,” jelasnya.
Santri dan Pesantren Bagian dari Kekuatan Sosial Manokwari
Menurut Udin, perhatian terhadap santri dan pesantren tidak boleh dipandang hanya dalam perspektif keagamaan. Pesantren juga memiliki fungsi sosial dan pendidikan yang dapat menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia.
Ia mengatakan PKB Manokwari akan membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan masyarakat pesantren untuk mengidentifikasi kebutuhan mereka, termasuk bidang pendidikan, keterampilan, ekonomi produktif, teknologi dan pengembangan kapasitas generasi muda.
“Pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kita perlu membangun komunikasi yang baik dan melihat apa yang benar-benar dibutuhkan oleh pesantren dan santri di Manokwari,” ujarnya.
Dari Aspirasi Menjadi Program
Udin menegaskan bahwa salah satu fokus DPC PKB Manokwari ke depan adalah memperkuat mekanisme penyerapan aspirasi masyarakat agar tidak berhenti sebagai masukan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi agenda perjuangan politik.
Ia menyebut koordinasi antara DPC PKB, anggota DPRK dari PKB dan berbagai elemen masyarakat menjadi penting untuk memastikan agenda yang diperjuangkan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Kalau masyarakat menyampaikan aspirasi, tugas kita bukan hanya mendengar. Aspirasi itu harus dikawal, dibahas dan diperjuangkan sesuai kewenangan yang ada. Di situlah politik harus memberikan manfaat,” tegas Udin.
Menurutnya, politik kerakyatan yang dibangun PKB Manokwari harus mampu mempertemukan tiga hal, yakni aspirasi masyarakat, kerja politik kader dan kebijakan pembangunan daerah.
Dengan pendekatan tersebut, PKB Manokwari ingin memperkuat keberadaan partai sebagai bagian dari masyarakat sekaligus menjalankan fungsi politik melalui pelayanan dan pemberdayaan.
Optimalisasi Peran PKB Manokwari
Udin menambahkan bahwa optimalisasi peran PKB Manokwari juga akan dilakukan melalui konsolidasi internal organisasi, penguatan komunikasi dengan masyarakat, peningkatan kapasitas kader serta penguatan koordinasi dengan anggota DPRK dari PKB.
“PKB Manokwari harus semakin solid secara internal dan semakin terbuka kepada masyarakat. Kita ingin setiap kader memahami bahwa tugas politik bukan hanya memenangkan kontestasi, tetapi juga bagaimana setelah mendapatkan mandat, kita bekerja dan memberikan manfaat,” katanya.
Ia berharap semangat yang disampaikan Muhaimin Iskandar terkait potensi santri dan kekuatan pendidikan berbasis pesantren dapat menjadi inspirasi bagi PKB di daerah untuk terus memperluas kerja pemberdayaan masyarakat.
“Pesan Gus Muhaimin tentang pentingnya kreativitas, inovasi dan keberanian membangun daerah sangat relevan bagi Manokwari. Kita tidak harus menunggu perubahan datang dari pusat. Daerah juga harus mampu melahirkan inovasi dan menjadi bagian dari kemajuan bangsa,” pungkas Udin Rumakat.
Editorial PKB